PEMILOS 2009, SELAYANG PANDANG

Oktober 28, 2009 pukul 3:39 pm | Ditulis dalam Acara | Tinggalkan komentar
(dikutip dari Suara Merdeka (28/10)

pemilos

Bilik suara KPU tampak berjajar di aula SMA 3 dan siswa-siswi mengantre menunggu untuk menyontreng. Padahal pemilihan umum legislatif dan pilpres sudah berlalu.  Ternyata, suasana tersebut adalah sebagian dari pemandangan pelaksanaan pemilihan ketua OSIS yang diadakan SMA 3 pada 22 Oktober lalu.

Dengan empat TPS yang ditata berjajar di aula dan terbagi sesuai kelas masing-masing, seluruh siswa yang berjumlah 1.500 orang memadati TPS tersebut sambil menunggu namanya dipanggil oleh petugas TPS.
Para petugas TPS tersebut adalah anggota musyawarah perwakilan kelas (MPK).

’’Pemilihan OSIS dengan sistem seperti ini memang baru kali ini diterapkan di SMA 3. Biasanya kami hanya berkeliling kelas untuk memungut suara dari teman-teman untuk memilih calon ketua OSIS,’’ ungkap Riska Hapsari, ketua panitia.   Sistem ala Pemilu dan Pilpres ini memang sengaja digunakan sebagai pembelajaran demokrasi kepada semua siswa.

Di sisi lain, cara itu sekaligus digunakan sebagai sarana sosialisasi bagi siswa kelas X dan XI, pada Pemilu atau Pilpres lalu belum merasakan proses pemungutan suara di TPS.
Tiga Calon Pada Pemilos itu, para siswa memilih tiga calon, yakni Aziz Zindani (XI IPA 6), Yolita Satya (XI IPA 7), dan M Irvan Herviansyah (XI IPA 4).

Sebelumnya calon-calon tersebut telah melakukan kampanye dengan berbagai cara untuk mengemukakan visi dan misi sesuai kebolehan dan bakat mereka.

Mereka terpilih sesuai kriteria yang antara lain, mempunyai pengalaman berorganisasi, memiliki loyalitas terhadap jabatan tersebut, dan tidak memiliki daftar pelanggaran selama mengenyam pendidikan di SMU 3.
Sementara itu, Wakasek Kesiswaan, Soleh Amin mengatakan, pemilihan ketua OSIS dengan sistem seperti Pemilu dan Pilpres itu tidak hanya disambut antusias oleh semua siswa, tapi juga seluruh guru dan karyawan.

’’Meski membutuhkan waktu cukup lama dalam pemungutan suaranya, tapi untuk pembelajaran demokrasi di sekolah dapat menjadi contoh bagi semua pihak,’’
katanya. (Anggun Puspita-87)

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: